Minggu, 29 Oktober 2017

Pemuda: Agent of change?
Dalam sejarah, pemuda merupakan tokoh heroik yang sarat akan semangat dan sesuatu yang segar. Saya jarang melihat tokoh-tokoh pahlawan yang berasal dari kalangan kakek-kakek atau nenek-nenek ya kecuali dalam film spongebob “Mermaidman and Bernacle Boy”. Rata-rata adalah mereka yang berusia muda. Ini merupakan suatu tanda bahwa betapa besar pengaruh dan semangat yang muncul dari seorang pemuda, karena mereka identik dengan sosok heroik yang kental akan semangat dan sesuatu yang baru. Berbicara masalah pemuda, di Indonesia kita mengenal suatu peristiwa bersejarah, yakni “Sumpah Pemuda”.

“Kami putri indonesia bertanah air satu tanah air indonesia. Kami putra putri indonesia berbangsa satu bangsa indonesia. Kami putra putri indonesia berbahasa satu, bahasa indonesia.”

Begitulah suara yang memecah atmosfir keheningan di langit nusantara pada 28 oktober, 89 tahun silam. Merupakan suatu kebanggaan tersendiri menjadi partikel kecil dari negara yang kerap dianggap surga dunia ini. Sumpah itu menyeret kita kepada suatu kesimpulan, bahwa adalah suatu keharusan dan kewajiban bagi setiap insan bangsa indonesia -para pemuda-pemudi khususnya-untuk memiliki kesadaran bersama tentang  identitas bangsa sehingga menumbuhkan jiwa nasionalisme yang tinggi dalam diri mereka.

Seokarno pernah berkata “berikan aku 10 pemuda maka akan aku goncangkan dunia.” Jumlah bukan merupakan masalah, namun pemuda lah yang menjadi substansi pokok yang harus diperhatikan, yakni semangat dan jiwa pengorbanan bagi bangsa yang tulus merupakan hal termahal yang pernah ada. Hidup tanpa menanggung suatu jerih payah dan kesusahan dalam rangka pengabdian kepada bangsa adalah suatu hal kosong. Nasib suatu bangsa tentunya ditentukan oleh generasi mudanya. Maka mereka harus siap menanggung jerih payah bagi kemajuan bangsa lewat karya-karya dan sumbangsih mereka dalam bidang sosial, ekonomi, maupun politik. Mereka adalah orang-orang yang akan menerima tonggak perjuangan selanjutnya. Mereka harus baik jika ingin negaranya baik. Ukuran baik disini adalah mereka yang peka terhadap lingkungan dan sadar akan problematika. Hal itu membuat mereka tergerak untuk melakukan perubahan sehingga gelar “agent of change” pantas ia sandang.


( nafil )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar